Ini essai yang pernah gue ikutin di event
peringatan Bulan Bahasa UGM. Peserta MEMBLUDAK, guys... Jenis lombanya kece
sih. Selain essai juga ada cerpen, puisi, and komik. Nyeselnya gue kagak ikut
yang komik -_-"
Awalnya nih ya, target penerimaan naskah
itu cuma 800. Eh, ini malah kebanjiran sampe 2000-an... Hmmm emang sungguh luar
biasa kece badainya ya tu acara...! Jadi ya... ketat banget kompetisinya, dan
walhasil... gue kagak menang... Ya udahlah... NEVER MIND... Keberhasilan
seseorang itu juga ada waktunya. Karena gue tau Tuhan gak mungkin ngabulin
semua keinginan orang-orang yg ikut berpartisipasi di perlombaan itu buat
menang semua kan? Bisa dibayangin gak gimana kalo Tuhan ngabulin semua doa
mereka... Hahha... Bisa dibilang tu acara bukan acara perlombaan lagi kan
gegara semuanya menang...
So... kali ini gue mau posting hasil karya
gue, essai...
PERAN
PEMUDA TERHADAP LAGU-LAGU DAERAH SEBAGAI WUJUD NASIONALISME
Oleh:
Firda Bing Slamet
Di era-globalisasi seperti sekarang ini
sangat rentan bagi bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan keanekaragaman
yang telah mendarah daging dalam negara kita. Modernisasi yang lebih condong ke
arah budaya barat sudah melanda di segala
aspek kehidupan bangsa Indonesia yang notabene menganut budaya ketimuran. Dan
budaya ketimuran sangat menjunjung tinggi adat kesopan santunan. Jauh berbeda
dengan budaya barat. Kebebasan adalah hal yang sudah menjadi rutinitas dalam
setiap sisi kehidupan, yaitu kebebasan dalam pergaulan dan berpenampilan. Tak
jarang pula dikemas dalam bentuk
hiburan. Contohnya, muncul lagu-lagu barat dan bernuansa oriental yang seharusnya
tidak menjadikan kita lupa akan lagu daerah yang kita miliki. Namun faktanya, terkadang
banyak yang rela berdesak-desakan hanya untuk sebuah konser yang sebenarnya
berlawanan dengan budaya kita sendiri. Boy
band dan girl band sudah menjadi
sesuatu yang amat dipuja-puja di kalangan pemuda. Dengan modal fisik yang
tampan dan cantik serta kekharismaan penampilan sudah dapat menyeret kaum
pemuda untuk setia mengaguminya. Tak
jarang pula yang menjadikannya sebagai trendsetter.
Walaupun dirasa memang memberikan dampak positif karena era-globalisasi
juga membantu kita untuk mengetahui dengan mudah dan cepat mengenai topik apa
yang sedang populer, tetapi kita juga
harus peka terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.
Dampak yang ditimbulakan dari
merajalelanya lagu-lagu tersebut baik bernuansa kebaratan maupun oriental tanpa
adanya pembatas dan pemfilter akan memulai hilangnya rasa untuk memupuk
keanekaragaman budaya Indonesia, terkhusus lagu-lagu daerah. Lagu daerah
menjadi terdengar asing di telinga para pecinta produk asing. Bahkan banyak dari kalangan
pemuda yang memiliki rasa gengsi apabila harus menjadikan lagu daerahnya sendiri
layaknya lagu pop baik nasional maupun internasional. Rasa seperti itu adalah salah
satu tanda sudah mulai pudar dan terkikisnya rasa kecintaan terhadap keanekaragaman
budaya Indonesia. Benar-benar
mengkhawatirkan. Yang mana pemuda adalah generasi, pelopor atau penerus
perjuangan bangsa. Apabila generasinya saja saat ini sudah mulai melupakan
kebudayaan-kebudayaannya bahkan gengsi, bagaimana dengan selanjutnya? Jejak apa
yang akan ditinggalkan serta diberikan oleh generasi digital masa kini untuk
masa depan?
Seberapa
pentingkah lagu-lagu daerah?
Bumiku Lampung tanoh kulawi
Panjakwah wah di nusantara
Tani tukun sangun jak jebi
Tanoh Lampung tanoh Lada
Kutipan lirik lagu daerah
berjudul Lampung Tanoh Lado dari Lampung di atas merupakan salah satu contoh
keragaman budaya Indonesia. Bagi masyarakat yang bukan penduduk dan tidak berdomisili
di daerah Lampung, bahasa dalam lirik lagu tersebut tidak serta-merta mudah
untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, bahkan diucapkannyapun akan
terasa kelu, sehingga belum tentu masyarakat dapat memahami secara utuh isi
dari lagu tersebut. Padahal, dari lagu tersebut masyarakat dari daerah di luar
Lampung dapat belajar banyak mengenai kondisi geografis Provinsi Lampung
sekaligus kebudayaannya.
Jika
setiap masyarakat memiliki inisiatif atau tekad tersendiri untuk mempelajari bahasa
daerah yang bukan dari tempat asalnya, maka akan semakin besar pula dalam
memahami dan memaknai Indonesia. Karena rasa
nasionalisme yang tumbuh terhadap budaya tidak hanya terfokus pada budaya yang
kita tempati saja. Sebab lainnya adalah kebanggan terhadap kenekaragaman pun
akan meningkat karena masing-masing orang saling memahami budaya dari daerah
lain. Kita harus bangga
karena memiliki banyak keanekaragaman budaya. Karena semakin banyaknya
keanekaragaman atau perbedaan, semakin banyak kita diberi kesempatan untuk
belajar dan menambah wawasan. Sesuai dengan dituntutnya sebagai pemuda, yaitu
di samping harus memiliki etika profesional juga harus memiliki wawasan yang luas.
Maka dari itu pembelajaran terhadap kebudayaan Indonesia adalah salah satu
upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan diri dalam bersosialisai,
toleransi, kualitas, dan solidaritas.
Hal
yang patut kita sadari adalah sarana pendidikan dapat dijadikan sebagai wadah
yang memberikan potensi untuk saling mengeksplorasi kebudayaan di Indonesia.
Banyaknya latar belakang mahasiswa dari berbagai macam suku dan ras contohnya.
Karena dalam perkuliahan pengenyam bukan hanya berasal dari satu daerah saja,
melainkan dapat mencapai belasan bahkan puluhan daerah dalam satu perguruannya.
Maka dari itu dengan keberagaman mahasiswa, sudah sepatutnya untuk saling
belajar memahami kebudayaan dari daerah lain. Dengan cara seperti itu maka
mahasiswa tidak perlu mengeluarkan banyak materi untuk mengenali dan
mempelajari budaya daerah lain. Saling berbagi dan bercerita mengenai budaya
dari daerah asal dapat menjadikan
masing-masing individu dapat saling memahami, menghargai, mengenal, dan
yang pasti mencintai keanekaragaman di Indonesia.
Keanekaragaman
adalah suatu hal yang amat sangat berwarna dan tidak semua negara memilikinya.
Kita patut bangga dengan apa yang Indonesia miliki. Puluhan
atau bahkan ratusan lagu-lagu daerah dari 33 provinsi di Indonesia merupakan
keanekaragaman yang patut dibanggakan. Ada pula bahasanya, alat musiknya
dan berbagai macam keanekaragaman yang tidak akan cukup jika hanya dijabarkan
dalam sebuah esai. Saking begitu uniknya keanekaragaman Indonesia, banyak menarik
turis-turis asing mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia menyaksikan dan mengabadikan
setiap moment-moment penting kebudayaan. Bahkan yang tak disangka adalah banyak
orang-orang asing yang ikut berpartisipasi dalam pelestarian. Cara yang mereka
lakukan sangat patut untuk diberi sebuah apresiasi. Contoh nyata dari hal
tersebut dapat kita lihat pada seorang wanita dengan latar belakang
kebaratannya. Sosok wanita kelahiran USA, 19 Desember 1964, Karen Elizabeth Sekararum ini mampu menyanyikan lagu
tembang Jawa. Hobi menari dan menyanyikan
tembang jawa atau dalam bahasa Jawanya adalah nyinden, kini telah menjadi
sebuah identitas yang tak terpisahkan dari sosok perempuan kelahiran Chicago,
Amerika Serikat itu. Elizabeth mengaku
akan kecewa jika seni budaya tradisional sering diposisikan di tempat kedua
setelah kebudayaan modern. Padahal untuk masyarakat Indonesia sendiri saja
belum tentu bisa untuk menghafal dan akan terasa sulit dalam melafalkannya. Karena
kita tahu bahwa bahasa di Indonesia memiliki banyak keberagaman. Dan di antara
keberagaman itu memiliki bahasa yang tingkat kesulitan maupun kemudahannya
berbeda-beda.
Lalu bagaimanakah tindakan kita
menyaksikan hal tersebut?
Apakah kita hanya harus berdiam diri
menyaksian lagu daerah kita yang dengan fasihnya disuarakkan oleh orang dari
negara asing? Dengan keras jawaban TIDAK sangat patut untuk dilayangkan. Rasa
nasionalismelah yang harus kita kobarkan dan tunjukkan terhadap lagu-lagu
daerah. Menumbuhkan rasa
nasionalisme tidak harus dengan melakukan tindakan-tindakan yang besar.
Menyanyikan lagu daerah dan memahami arti dengan pengetahuan yang kita dapat adalah
salah satu wujud nasionalisme yang dapat memberikan manfaat besar bagi bangsa
Indonesia. Seperti yang pernah presiden pertama kita, Bung Karno slogankan bahwa
bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai kebudayaannya. Salah satu
persepsi yang dapat kita ambil dari slogan tersebut adalah karena kebudayaan
kita meluas dan besar maka apabila kita, bangsa yang dengan jumlah pertumbuhan
penduduknya besar ini mampu menumbuhkan rasa naionalisme di dalamnya, maka kita
akan disebut sebagai bangsa yang besar.
Mempelajari berbagai macam bahasa daerah merupakan cara efektif
untuk lebih memahami keberagaman budaya di Indonesia. Namun, mempelajari di
sini bukan berarti diharuskan untuk dapat memahami secara fasih dan keseluruhan
seperti halnya penduduk asli daerah tersebut, melainkan setidaknya mampu mengetahui
arti bahasa dari lirik lagu daerahnya. Tetapi jika ada yang lebih memahami
secara keseluruhan seperti halnya penduduk asli, tentu hal itu sangatlah baik.
Lagu daerah adalah media yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan
mengenai bahasa daerah di Indonesia. Karena lagu daerah merupakan pencerminan
dari kondisi, kegiatan, sumber daya, adat istiadat, dan tidak terlepas dari
budaya masyarakatnya. Setiap lagu dan musik yang mengirinya pasti selalu memiliki
karakteristik atau ciri khas masing-masing. Dengan memahaminya, toleransi dan
solidaritas antar daerah dan kebanggaan terhadap keanekaragaman di Indoensia
akan meningkat.
Ingatlah bahwa bukan bahasa Indonesia
yang akan menjadikan kita kembali bangga dengan keanekaragaman yang ada di
negara ini. Justru lagu daerahlah yang nantinya akan meningkatkan kebanggaan
kita terhadap keanekaragaman. Bahasa Indonesia hanyalah perantara agar kita
dapat semakin memahami keanekaragaman di Indonesia.
Bagaimana cara
kita memproteksi lagu daerah dalam menghadapi globalisasi?
Dengan
memperbanyak pengetahuan dan menambah wawasan mengenai keanekaragaman yang ada di
Indonesia merupakan modal bagi masyarakat, terkhusus generasi muda dalam
menghadapi globalisasi. Bahkan modal tersebut menjadi syarat mutlak karena banyak orang dan turis-turis asing
mancanegara berdatangan ke Indonesia untuk mempelajari budaya dan
keanekaragaman yang ada di Indonesia, begitu juga sebaliknya, mahasiswa
Indonesia yang akan pergi ke negara lain untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Apabila mahasiswa yang memang dituntut menjadi generasi intelek, tidak dapat
menjelaskan dan menceritakan kebudayaan Indonesia di saat mendapatkan
pertanyaan dari orang negara lain, maka seharusnya mahasiswa tersebut harus benar-benar
memiliki rasa malu.
Sebenarnya kita
sendiri telah mempelajari lagu-lagu daerah sejak kecil. Mulai dari bangku SD
dengan lagu-lagu daerah yang sederhana atau mudah untuk dilafalkan hingga
bangku SMA dengan tingkatan bahasa yang lebih sulit. Namun, apakah pembelajaran
itu sudah bisa dikatakan efektif? Tidak. Masih banyak kekurangan dari
pengajaran tersebut. Hal ini dikarenakan pengajar tidak mengajarkaan lagu
disertai dengan arti dan maknanya.
Mengapa seperti itu? Karena pengajar tidak memiliki kemampuan
dalam menerjemahkan lirik lagu dari daerah lain ke dalam bahasa Indonesia,
bahasa resmi yang digunakan dalam pengajaran. Itulah mengapa khususnya pengajar
yang kebanyakan berperan di bangku TK, SD, dan PAUD harus lebih banyak
mempelajari bahasa dari daerah lain. Karena dengan pengetahuan berbagai bahasa
daerah sejak dini, generasi muda akan mendapatkan pembekalan yang lebih matang
dan relatif lebih cepat memahami keanekaragaman Indonesia, karena di usia
dinilah anak anak masih memiliki ingatan dan kemampuan otak yang luar biasa
baik.
Sebagai mahasiswa yang lebih memiliki kemampuan dalam teknologi dibandingkan
pelajar yang berada di bawahnya, kita dapat melakukan tindakan yang lebih
terhadap pelestarian lagu-lagu daerah. Mahasiswa dapat melakukan inventarisasi
lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia dan kemudian memanfaatkannya dalam
bentuk pembuatan lirik-lirik lagu daerah yang mana membutuhkan peran media
cetak, dan dapat juga dilakukan melalui media visual maupun audio visual. Membuat
bagaimana caranya agar lagu-lagu daerah tersebut dibingkis dan inovasikan semenarik
mungkin dengan bantuan teknologi dan kemampuan
ilmu lainnya agar tidak timbul rasa gengsi di kalangan pemuda dengan
anggapan bahwa lagu daerah merupakan lagu kuno dan terbilang kolot. Solusi
tersebut diusungkan agar lagu-lagu daerah di Indonesia tidak punah tergilas
ditengah-tengah roda modernisasi yang mengglobal. Perwujudan nasionalisme pada
lagu-lagu daerah dapat dilakukan melalui hal-hal yang kecil hingga besar. Nasionalisme
akan meningkat ketika setiap orang di negara ini merasa memiliki dan mencintai
keberagaman dari seluruh daerah di Indonesia.
Advertisement
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon