-->

PROMIS PENUH CINTA Ke-22

- Saturday, September 13, 2014
advertise here
advertise here
Merangkai Hati
Meraih Mimpi
Menggapai Ridho Illahi :)

                Sempat kecewa dan sedih saat saya harus absen di hari pertama dalam perhelatan  yang penuh cinta ini. Tapi beruntungnya, PROMIS diadakan selama dua hari. Sangat-sangat bersyukur dan senang tiada terkira. Acara yang jatuh pada tanggal introspkesi ini, 30-31,  diyakini akan menjadi pembimbing hati dan pikiran untuk melangkah menuju tanggal baru, hari baru, bulan baru dan tahun yang baru. AMIN.
                Dua tokoh yang sangat luar biasa sengaja dihadirkan untuk memotivasi dan menginspirasi. Bang Arif Dahsyat, Sang Motivator Bahagia Tanpa Syarat dan Azza, Runer up Hafidz Qur’an Cilik Indonesia 2014. Subhanallah. Begitu dahsyat Allah beri kenikmatan. Dua insan yang diciptakan-Nya untuk memberi manfaat ke pada sesama insan lainnya. Melalui ilmu yang penuh dengan cinta. Itulah salah satu ukhuwah dan habluminannas yang ada di dalamnya. Saya sendiri merasa kagum dengan “Latar Belakang” didirikannya PROMIS. Adalah gerbang untuk memasuki proses tarbiyah (pendidikan) sampai akhir hayat.  Melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang berlandaskan Al-qur’an dan sunnah, menjadi titik awal dari tumbuh dan berkembangnya mahasiswa-mahasiswa Universitas Jambi dengan jiwa spiritualitas yang unggul sebagai pengontrol dalam dirinya untuk tetap melakukan amar ma’ruf nahi munkar sampai akhir hayat hidupnya dan bermanfaat untuk sesama.
                Latar belakang itu adalah kandungan dari surah Ali ‘Imran ayat 104. Ayat itu sangat universal di lingkungan sekolah saya. Bahkan wajib hafal. “Waltakunminkum ummatuyyad’una ilal ghoiri waya’muruna bil ma’rufi wayanhauna ‘anil munkar”. Dan hendaknya ada di antara kalian yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Subhanallah... Ini tepukan halus dari Allah untuk mengingat para guru yang telah mengenalkan dan mengajarkan kepada saya tentang ayat ini. Dari latar belakang kita sudah tahu bahwa PROMIS memiliki tujuan yang baik, jelas dan benar. Allah berjanji, apabila baik Dia akan mengganjarnya dengan kebaikan. Saya benar-benar berharap agar PROMIS tidak akan pernah berakhir sampai ke generasi berikutnya hingga akhir dari kehidupan itu datang. PROMIS adalah suatu wadah pembimbing spiritualisme setiap insan.
                Saya sangat bersyukur menjadi hamba pilihan-Nya untuk bisa mengikuti acara ini. Walaupun hanya di hari penutupan saja. Toh, masih ada season-season berikutnya. Tapi tetap saja rasa iri itu ada ketika saya membaca postingan sahabat-sahabat baru di grup “PROMIS UNJA 2014” yang baru saja mendapatkan suntikan motivasi dari motivator dahsyat, Bang Arif Dahsyat. Jujur, pada saat itu saya merasa sedih tidak bisa hadir untuk menyaksikan bagaimana sang motivator memberikan beribu-ribu wejangan. Saya tidak menghadiri PKK fakultas karena sakit, dan saya pun izin. Seketika terlintas di pikiran saya untuk mengikuti PROMIS. Tapi saya terlanjur mengatakan bahwa saya izin PKK tidak ada maksud untuk mengikuti kegiatan lain (PROMIS). Benar-benar izin sakit. Karena beliau bertanya kepada saya “atas dasar apa kamu izin PKK?”, jujur saya merasa sedikit terusik.
                PKK absen dan PROMIS pun absen. Di situlah “kegalauan” muncul. Berjam-jam yang saya tatap hanyalah postingan luar biasa dari teman-teman yang telah mengikuti acara tersebut. Kata FUJI dan selipan emoticon seketika membanjiri setiap postingan dan komentar. Tapi jujur, sampai sekarang saya sendiri belum mengetahui arti dari kata tersebut. Hehe. Saya berpikir saat itu mungkin mereka semua sedang tersihir dengan mantra-mantra yang diberikan Bang Arif Dahsyat. Hehe. Satu hal lagi yang membuat saya sedih adalah saya tidak bisa mendengarkan murotal qur’an live dari Azza sang Hafidz Cilik Indonesia. Dia adalah favorit saya dan adik saya. Sedih jika nanti saya pulang hanya membawa kata. Tidak ada bukti nyata.  Tapi, kekecewaan itu sirna ketika seorang sahabat baru mengatakan bahwa Azza belum hadir di hari pertama acara tersebut. Ya Allah... Kejutan apalagi ini yang kau berikan... J Alhamdulillah.
                Pukul 07.00 WIB, tepatnya tanggal 31 di gedung Balairung Universitas Jambi dengan panggung nan megah dan red carpet yang terbentang (hehe, saya singgung lagi nih red carpet dari catatan sebelumnya) saya dan yang pasti bersama sahabat baru yang sama-sama belum merasakan di hari pertama PROMIS tidak sabar untuk segera menyaksikan keseruan acara tersebut. Berbagai macam pekikan jargon keluar dengan semangat yang luar biasa. Tangan tak henti-hentinya mengepal ke arah langit dengan penuh energi. Lafadz kebesaran TUHAN pun juga terus memenuhi setiap sudut ruangan. Sampai tak terasa, Azza beserta ke-2 orang tuanya pun hadir di tengah-tengah keharuan kami saat mendengar moderator yang mengatakan bahwa Azza telah menuju pintu masuk. Saya terharu luar biasa. Di situ butiran air mata pun mulai menetes. Saya memperhatikan sahabat baru yang lain, ternyata mereka semua sama dengan saya. TERHARU. Hampir semua orang menggambil foto dan merekamnya. Dan, hingga Azza pun melantunkan ayat-Nya, pada juz 29. Semua mendengar, semua merenung, semua menghayati. Sampai ada yang sesenggukan. Sungguh murotal live yang luar biasa indah. Subhanallah...  Ini bisa jadi hadiah indah buat kamu nan jauh di Lampung, Dek. (maaf tidak saya lanjutkan secara detail di bagian ini, akan sangat panjang dan memakan waktu lama. Hehe)
                Pukul 13.30 WIB, dengan diiringi alunan musik pembangkit jiwa, Bang Arif Dahsyat pun tiba. Ya Allah... Sosok penginspirasi ciptaan-Mu hadir dengan sejuta bahagia tanpa syarat. Beliau memberikan beribu-ribu motivasi yang bisa saya katakan setara dengan Pak Mario. Sangat-sangat DAHSYAT. Pertama, kami disapa beliau dengan perintah untuk saling merengkuhkan tangan kepada sahabat-sahabat baru yang berada di samping kami. Runtutan janji-janji kami ucapkan dengan penuh khidmat. Tak terasa buliran air mata pun menetes. Yang membuat saya terkejut adalah saya merasa bahwa beliau pintar “bertelepati”. Karena apa? Karena motivasi yang beliau berikan benar-benar sesuai dengan problema yang sedang saya hadapi. Kata beliau, “kalau kamu grogi bicara, maju dan bicaralah. Kalau kamu malu menyampaikan gagasan, maju sampaikanlah. Kalau kamu malu bertanya, maju dan bertanyalah. Semua harus punya tekad yang kuat.” Itulah garis besar yang  saya pahami. PERSEVERANCE. TEKAD KUAT. Kami semua mencatat wejangan-wejangan yang Bang Arif Dahsyat berikan. Boleh diakui, 1 file buku kecil tidak akan cukup menuliskan beribu-ribu kalimat motivasi yang Bang Arif berikan. Dan satu hal lagi, boleh diakui. Setiap sahabat baru yang membaca catatan berisi motivasi darinya (yang tidak mengikuti acara PROMIS), pasti akan berusaha untuk meminjamnya atau bahkan memfoto copynya. Hehe. Acara pun ditutup kembali dengan janji-janji terhadap orang yang kami sayangi. Air mata dibuatnya meleleh. Apalagi hal itu mengenai ke-2 orang tua. Tangisan pun seketika pecah. Semua sesenggukan. Tidak laki-laki maupun perempuan dibuatnya sesenggukan. Semua tertunduk dan terpejam sambil menyilangkan ke-2 tangan di dada. Ya Allah... Saya sendiri sulit melukiskannya dalam sebuah kata-kata. Saya bingung memilih kata yang tepat dan indah untuk menorekhan peristiwa ini semua dalam sebuah catatan. Jujur, saya bukanlah orang yang pandai berpuisi. Andaikan kau para penyair pandai bertelepati. Bacalah pikiranku dan selamilah peristiwa demi periatiwa yang telah saya abadikan dalam sebuah hati dan pikiran. Ungkapkanlah dalam sebuah syairmu... Kami semua tersihir, terhipnotis dan yang pasti terharu. Subhanallah...!!!

MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK MOMEN ISTIMEWA YANG BELUM TERUNGKAP DI DALAM CATATAN INI. MOHON MAAF JIKA ANDA SEMUA TIDAK PUAS DENGAN CATATAN YANG SAYA BUAT INI. MOHON DIMAKLUMI.

SALAM,
“Remaja” yang sedang bermetamorfosa.

Advertisement advertise here

Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search