Merangkai Hati
Meraih Mimpi
Menggapai Ridho Illahi :)
Sempat kecewa dan sedih saat saya harus absen di hari pertama
dalam perhelatan yang penuh cinta ini. Tapi beruntungnya, PROMIS diadakan
selama dua hari. Sangat-sangat bersyukur dan senang tiada terkira. Acara yang
jatuh pada tanggal introspkesi ini, 30-31, diyakini akan menjadi
pembimbing hati dan pikiran untuk melangkah menuju tanggal baru, hari baru,
bulan baru dan tahun yang baru. AMIN.
Dua tokoh yang sangat luar biasa sengaja dihadirkan untuk memotivasi dan
menginspirasi. Bang Arif Dahsyat, Sang Motivator Bahagia Tanpa Syarat dan Azza,
Runer up Hafidz Qur’an Cilik Indonesia 2014. Subhanallah. Begitu dahsyat Allah
beri kenikmatan. Dua insan yang diciptakan-Nya untuk memberi manfaat ke pada
sesama insan lainnya. Melalui ilmu yang penuh dengan cinta. Itulah salah satu
ukhuwah dan habluminannas yang ada di dalamnya. Saya sendiri merasa kagum
dengan “Latar Belakang” didirikannya PROMIS. Adalah gerbang untuk memasuki
proses tarbiyah (pendidikan) sampai akhir hayat. Melalui
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang berlandaskan Al-qur’an dan sunnah,
menjadi titik awal dari tumbuh dan berkembangnya mahasiswa-mahasiswa
Universitas Jambi dengan jiwa spiritualitas yang unggul sebagai pengontrol
dalam dirinya untuk tetap melakukan amar ma’ruf nahi munkar sampai akhir hayat
hidupnya dan bermanfaat untuk sesama.
Latar belakang itu adalah kandungan dari surah Ali ‘Imran ayat 104. Ayat itu
sangat universal di lingkungan sekolah saya. Bahkan wajib hafal. “Waltakunminkum
ummatuyyad’una ilal ghoiri waya’muruna bil ma’rufi wayanhauna ‘anil munkar”. Dan
hendaknya ada di antara kalian yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang
ma’ruf dan mencegah yang munkar. Subhanallah... Ini tepukan halus dari Allah
untuk mengingat para guru yang telah mengenalkan dan mengajarkan kepada saya
tentang ayat ini. Dari latar belakang kita sudah tahu bahwa PROMIS memiliki
tujuan yang baik, jelas dan benar. Allah berjanji, apabila baik Dia akan
mengganjarnya dengan kebaikan. Saya benar-benar berharap agar PROMIS tidak akan
pernah berakhir sampai ke generasi berikutnya hingga akhir dari kehidupan itu
datang. PROMIS adalah suatu wadah pembimbing spiritualisme setiap insan.
Saya sangat bersyukur menjadi hamba pilihan-Nya untuk bisa mengikuti acara ini.
Walaupun hanya di hari penutupan saja. Toh, masih ada season-season berikutnya.
Tapi tetap saja rasa iri itu ada ketika saya membaca postingan sahabat-sahabat
baru di grup “PROMIS UNJA 2014” yang baru saja mendapatkan suntikan motivasi
dari motivator dahsyat, Bang Arif Dahsyat. Jujur, pada saat itu saya merasa
sedih tidak bisa hadir untuk menyaksikan bagaimana sang motivator memberikan
beribu-ribu wejangan. Saya tidak menghadiri PKK fakultas karena sakit, dan saya
pun izin. Seketika terlintas di pikiran saya untuk mengikuti PROMIS. Tapi saya
terlanjur mengatakan bahwa saya izin PKK tidak ada maksud untuk mengikuti
kegiatan lain (PROMIS). Benar-benar izin sakit. Karena beliau bertanya kepada
saya “atas dasar apa kamu izin PKK?”, jujur saya merasa sedikit terusik.
PKK absen dan PROMIS pun absen. Di situlah “kegalauan” muncul. Berjam-jam yang
saya tatap hanyalah postingan luar biasa dari teman-teman yang telah mengikuti
acara tersebut. Kata FUJI dan selipan emoticon seketika membanjiri
setiap postingan dan komentar. Tapi jujur, sampai sekarang saya sendiri belum
mengetahui arti dari kata tersebut. Hehe. Saya berpikir saat itu mungkin mereka
semua sedang tersihir dengan mantra-mantra yang diberikan Bang Arif Dahsyat.
Hehe. Satu hal lagi yang membuat saya sedih adalah saya tidak bisa mendengarkan
murotal qur’an live dari Azza sang Hafidz Cilik Indonesia. Dia adalah favorit
saya dan adik saya. Sedih jika nanti saya pulang hanya membawa kata. Tidak ada
bukti nyata. Tapi, kekecewaan itu sirna ketika seorang sahabat baru
mengatakan bahwa Azza belum hadir di hari pertama acara tersebut. Ya Allah...
Kejutan apalagi ini yang kau berikan... J Alhamdulillah.
Pukul 07.00 WIB, tepatnya tanggal 31 di gedung Balairung Universitas Jambi
dengan panggung nan megah dan red carpet yang terbentang (hehe, saya singgung
lagi nih red carpet dari catatan sebelumnya) saya dan yang pasti bersama
sahabat baru yang sama-sama belum merasakan di hari pertama PROMIS tidak sabar
untuk segera menyaksikan keseruan acara tersebut. Berbagai macam pekikan jargon
keluar dengan semangat yang luar biasa. Tangan tak henti-hentinya mengepal ke
arah langit dengan penuh energi. Lafadz kebesaran TUHAN pun juga terus memenuhi
setiap sudut ruangan. Sampai tak terasa, Azza beserta ke-2 orang tuanya pun
hadir di tengah-tengah keharuan kami saat mendengar moderator yang mengatakan
bahwa Azza telah menuju pintu masuk. Saya terharu luar biasa. Di situ butiran
air mata pun mulai menetes. Saya memperhatikan sahabat baru yang lain, ternyata
mereka semua sama dengan saya. TERHARU. Hampir semua orang menggambil foto dan
merekamnya. Dan, hingga Azza pun melantunkan ayat-Nya, pada juz 29. Semua
mendengar, semua merenung, semua menghayati. Sampai ada yang sesenggukan.
Sungguh murotal live yang luar biasa indah. Subhanallah... Ini bisa jadi
hadiah indah buat kamu nan jauh di Lampung, Dek. (maaf tidak saya lanjutkan
secara detail di bagian ini, akan sangat panjang dan memakan waktu lama. Hehe)
Pukul 13.30 WIB, dengan diiringi alunan musik pembangkit jiwa, Bang Arif
Dahsyat pun tiba. Ya Allah... Sosok penginspirasi ciptaan-Mu hadir dengan
sejuta bahagia tanpa syarat. Beliau memberikan beribu-ribu motivasi yang bisa
saya katakan setara dengan Pak Mario. Sangat-sangat DAHSYAT. Pertama, kami
disapa beliau dengan perintah untuk saling merengkuhkan tangan kepada
sahabat-sahabat baru yang berada di samping kami. Runtutan janji-janji kami
ucapkan dengan penuh khidmat. Tak terasa buliran air mata pun menetes. Yang
membuat saya terkejut adalah saya merasa bahwa beliau pintar “bertelepati”. Karena
apa? Karena motivasi yang beliau berikan benar-benar sesuai dengan problema
yang sedang saya hadapi. Kata beliau, “kalau kamu grogi bicara, maju dan
bicaralah. Kalau kamu malu menyampaikan gagasan, maju sampaikanlah. Kalau kamu
malu bertanya, maju dan bertanyalah. Semua harus punya tekad yang kuat.” Itulah
garis besar yang saya pahami. PERSEVERANCE. TEKAD KUAT. Kami semua
mencatat wejangan-wejangan yang Bang Arif Dahsyat berikan. Boleh diakui, 1 file
buku kecil tidak akan cukup menuliskan beribu-ribu kalimat motivasi yang Bang
Arif berikan. Dan satu hal lagi, boleh diakui. Setiap sahabat baru yang membaca
catatan berisi motivasi darinya (yang tidak mengikuti acara PROMIS), pasti akan
berusaha untuk meminjamnya atau bahkan memfoto copynya. Hehe. Acara pun ditutup
kembali dengan janji-janji terhadap orang yang kami sayangi. Air mata dibuatnya
meleleh. Apalagi hal itu mengenai ke-2 orang tua. Tangisan pun seketika pecah.
Semua sesenggukan. Tidak laki-laki maupun perempuan dibuatnya sesenggukan.
Semua tertunduk dan terpejam sambil menyilangkan ke-2 tangan di dada. Ya
Allah... Saya sendiri sulit melukiskannya dalam sebuah kata-kata. Saya bingung
memilih kata yang tepat dan indah untuk menorekhan peristiwa ini semua dalam
sebuah catatan. Jujur, saya bukanlah orang yang pandai berpuisi. Andaikan kau
para penyair pandai bertelepati. Bacalah pikiranku dan selamilah peristiwa demi
periatiwa yang telah saya abadikan dalam sebuah hati dan pikiran. Ungkapkanlah
dalam sebuah syairmu... Kami semua tersihir, terhipnotis dan yang pasti
terharu. Subhanallah...!!!
MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK MOMEN ISTIMEWA YANG BELUM TERUNGKAP
DI DALAM CATATAN INI. MOHON MAAF JIKA ANDA SEMUA TIDAK PUAS DENGAN CATATAN YANG
SAYA BUAT INI. MOHON DIMAKLUMI.
SALAM,
“Remaja” yang sedang bermetamorfosa.
Advertisement
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon