Kata-kata Mutiaraku
"Setiap manusia yang terlahir di dunia pasti memiliki konsekuensi hidup. Ada masa di mana setiap individu harus menghadapi dan tak boleh menghindari problema. Karena hidup itu seperti ombak. Kadang pasang juga surut. Karena hidup itu seperti roda. Kadang di bawah juga di atas. Karena hidup itu seperti matahari. Kadang terbit juga terbenam. Sudah menjadi kodrat sobat."
“Aku
meyakini bahwa Dia (Tuhan) tidak bermain dadu”
-Albert
Einstein-
Assalamu’alaikum Wr. Wb.....
Saya
pernah membaca sebuah kata mutiara dari Albert Einstein yang mengatakan,
“kecerdasan itu bukan dilihat dari pengetahuannya, tapi dari imajinasi”. Maka
saya langsung browsing kata-kata mutiara dari Albert Einstein untuk memastikan
kebenaran hal tersebut. Dan ternyata,
memang benar bahwa Albert Einstein pernah mengatakan hal tersebut. Tetapi dalam
kalimat yang susunannya berbeda, yaitu “tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan
tapi imajinasi”. Tapi kali ini saya belum mau membahas kata mutiara tadi.
Karena saat saya mencari kata mutiara dari Albert, bukan hanya satu kata
mutiara yang saya temukan, tapi puluhan. Saat
saya baca-baca, ada kata mutiara yang mengatakan, “Aku meyakini bahwa Dia
(Tuhan) tidak bermain dadu”. Saya rasa kata mutiara ini sangat cocok jika
dijadikan sebuah judul pada artikel kali ini. Karena, makna yang terdapat dalam
kata tersebut sangat pas untuk para teman-teman semua (kelas 12) termasuk saya
dalam menempuh ujian yang akan datang. Yang mana saat kita sudah berusaha
sekuat apapun untuk menghadapi ujian tersebut, tetap Allah-lah yang akan
menentukan hasil dari jerih payah kita. Kita berikhtiar dan sisanya kita
bertawakal kepada Allah SWT. Berusaha untuk menyeimbangkannya.
Allah
tidak pernah bermian dadu. Rasanya memang benar jika dipahami. Karena
keberhasilan sejati itu bukan dari sebuah keberuntungan. Tapi dari seberapa
besar usaha kita untuk meraih keberhasilan itu. Hidup di dunia ini tidak
seperti bermain monopoli atau pun ular tangga. Dimana saat kita memainkannya,
setiap saat kita harus melemparkan dadu untuk mengetahui apakah beruntung atau malah mutung.
Saya
meyakini bahwa Allah membalas semua hasil jerih payah kita karena usaha kita
sendiri. Bukan karena keberuntungan. Karena kuncinya adalah Allah tidak pernah
bermain dadu. Tetapi ada juga kisah dimana saat kita sudah berusaha semampunya
dan sekuat apapun, Allah ternyata belum mengabulkannya. Itu karena Allah mencari
waktu yang tepat untuk meletakkan keinginan kita. Allah tidak memberikan apa yang kita mau.
Tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Kuncinya tetap satu, Allah tidak
bermain dadu. Bisa dibayangkan apabila Allah bermain dadu, pasti ketidak adilan
terjadi di mana-mana. Contohnya, saat si A tidak berusaha sedangkan si B sudah
berusaha sampai mati-matian dalam meraih sesuata, tapi karena pada saat itu
Allah gemar bermain dadu. Maka bisa saja keberhasilan itu jatuh ke tangan si A.
Nah,
sekian artikel dari saya. Apabila ada salah kata dan makna saya ucapkan beribu
maaf. Dan juga saya ucapkan beribu terimakasih apabila anda semua sudah mau
membaca artikel yang saya buat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Advertisement
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon