-->

MEMAKNAI HIDUP

- Friday, April 11, 2014
advertise here
advertise here
Kata-kata Mutiaraku

"Setiap manusia yang terlahir di dunia pasti memiliki konsekuensi hidup. Ada masa di mana setiap individu harus menghadapi dan tak boleh menghindari problema. Karena hidup itu seperti ombak. Kadang pasang juga surut. Karena hidup itu seperti roda. Kadang di bawah juga di atas. Karena hidup itu seperti matahari. Kadang terbit juga terbenam. Sudah menjadi kodrat sobat."

“Aku meyakini bahwa Dia (Tuhan) tidak bermain dadu”
-Albert Einstein-

Assalamu’alaikum Wr. Wb.....

            Saya pernah membaca sebuah kata mutiara dari Albert Einstein yang mengatakan, “kecerdasan itu bukan dilihat dari pengetahuannya, tapi dari imajinasi”. Maka saya langsung browsing kata-kata mutiara dari Albert Einstein untuk memastikan kebenaran hal tersebut.  Dan ternyata, memang benar bahwa Albert Einstein pernah mengatakan hal tersebut. Tetapi dalam kalimat yang susunannya berbeda, yaitu “tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi”. Tapi kali ini saya belum mau membahas kata mutiara tadi. Karena saat saya mencari kata mutiara dari Albert, bukan hanya satu kata mutiara yang saya temukan, tapi puluhan. Saat saya baca-baca, ada kata mutiara yang mengatakan, “Aku meyakini bahwa Dia (Tuhan) tidak bermain dadu”. Saya rasa kata mutiara ini sangat cocok jika dijadikan sebuah judul pada artikel kali ini. Karena, makna yang terdapat dalam kata tersebut sangat pas untuk para teman-teman semua (kelas 12) termasuk saya dalam menempuh ujian yang akan datang. Yang mana saat kita sudah berusaha sekuat apapun untuk menghadapi ujian tersebut, tetap Allah-lah yang akan menentukan hasil dari jerih payah kita. Kita berikhtiar dan sisanya kita bertawakal kepada Allah SWT. Berusaha untuk menyeimbangkannya.
            Allah tidak pernah bermian dadu. Rasanya memang benar jika dipahami. Karena keberhasilan sejati itu bukan dari sebuah keberuntungan. Tapi dari seberapa besar usaha kita untuk meraih keberhasilan itu. Hidup di dunia ini tidak seperti bermain monopoli atau pun ular tangga. Dimana saat kita memainkannya, setiap saat kita harus melemparkan dadu untuk mengetahui apakah beruntung  atau malah mutung.
            Saya meyakini bahwa Allah membalas semua hasil jerih payah kita karena usaha kita sendiri. Bukan karena keberuntungan. Karena kuncinya adalah Allah tidak pernah bermain dadu. Tetapi ada juga kisah dimana saat kita sudah berusaha semampunya dan sekuat apapun, Allah ternyata belum mengabulkannya. Itu karena Allah mencari waktu yang tepat untuk meletakkan keinginan kita.  Allah tidak memberikan apa yang kita mau. Tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Kuncinya tetap satu, Allah tidak bermain dadu. Bisa dibayangkan apabila Allah bermain dadu, pasti ketidak adilan terjadi di mana-mana. Contohnya, saat si A tidak berusaha sedangkan si B sudah berusaha sampai mati-matian dalam meraih sesuata, tapi karena pada saat itu Allah gemar bermain dadu. Maka bisa saja keberhasilan itu jatuh ke tangan si A.
            Nah, sekian artikel dari saya. Apabila ada salah kata dan makna saya ucapkan beribu maaf. Dan juga saya ucapkan beribu terimakasih apabila anda semua sudah mau membaca artikel yang saya buat.

 Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Advertisement advertise here

Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon

Next Post This Older
 

Start typing and press Enter to search