Heheh... ini ceritanya ada sayembara ngirim pengalaman kocak yg temanya Senyum Simpul dari Majalah Umm*
Ok, selamat membaca semoga terhibur... :D
Akibat
Mengantongi Es Buah di Saat Sholat
Semasa kecilku dulu, sore hari adalah
waktu spesial untuk mengaji di Pondok pesantren desaku. Biasanya aku berangkat
dengan sahabatku sambil bersepeda karena jarak tempat mengaji yang lumayan
jauh. Karena jauh tak tanggung - tanggung kami berangkat lebih gesit daripada
teman - teman yang lain. Jadwal mengaji memang dimulai pada jam 4 sore. Tapi
aku dan sahabatku selalu berangkat 1 jam lebih awal. Alasannya agar kami bisa
menempati bangku yang letaknya paling depan.
Sore sekitar jam 3 aku dan sahabatku
tiba. Saat itu hawa panas benar – benar menguras peluh keringat kami. Karena
jarak yang jauh dan fisik sahabatku yang tambun, dia mengajakku untuk membeli
minuman segar yang dijual oleh abang - abang es buah. Awalnya dia hanya membeli
satu bungkus saja. Tapi karena saat itu cuaca sedang panas, es buah yang
dibungkus dengan plastik mini itu seperti belum sepenuhnya membanjiri
kerongkongan bak jalan aspal yang berlubang nan gersang karena lama tak
dihujani. Walhasil sahabatku memesan satu bungkus lagi untuk bekal setelah
sholat ashar.
Ketika adzan Ashar berkumandang kami
dan para santri yang lain bergerombol memasuki ruang mengaji untuk sholat berjamaah.
Seperti biasa hampir setiap anak – anak kecil ketika sholat berjamaah selalu
memiliki naluri untuk menjahili teman di sebelah, di depan, maupun di
belakangnya. Karena sahabatku takut menjadi korban kejahilan teman, dia rela
mengantongi es buah yang berisi bongkahan es batu dan beraneka macam buah –
buahan itu ke dalam bajunya. Padahal hari itu ustadzah sedang ditugasi untuk mengawasi
sholat para santri. Bagi yang ketahuan bermain – bermain akan dikenai hukuman.
Awalnya ketika takbiratul ikhram
sahabatku terlihat seperti tidak kuat menahan dinginnya es yang langsung
bersentuhan dengan perutnya. Apalagi durasi rakaat pertama adalah yang paling
lama. Tetapi dia tetap melanjutkan aktivitas sholatnya sambil komat – kamit
membaca bacaan sholat. Walhasil ketika rukuk, masing – masing tangan harus
berada pada kedua lutut. Mungkin karena sahabatku lupa bahwa dia harus
memegangi es-nya agar tak jatuh, kedua tangannya malah mengikuti gerakan imam
yang menuju ke arah lutut sambil berjongkok. Akhirnya, es buah yang begitu
disayangi dan yang belum sempat dinikmatinya itu langsung terjatuh dan pecah di
atas lantai yang tak berkeramik. Airnya membanjiri letak sholatnya. Tentu saja
aku dan teman – teman yang ada di sebelahnya tertawa cekikian melihat kejadian
itu.
Suasana yang tadinya hening menjadi
sedikit terusik. Sambil cekikikan dan memegangi perut yang sakit, tak sengaja
kami melihat ustadzah sedang mengintai kami dari kejauhan. Spontan dengan wajah
merah padam kami langsung terdiam menunduk dan mengikuti gerakan imam kembali.
Sialnya air dari es buah yang meluber itu juga membanjiri letak di mana aku
sujud. Karena tidak ada ruang longgar untuk bergeser, terpaksa kutempelkan
mukaku ke lantai yang basah itu. Dan setelah sholat selesai, nyaris semua
santri yang berada di shaf depan langsung tertuju ke arah kami. Mereka tertawa
terpingkal - pingkal melihat apa yang baru saja terjadi.
Akibat peristiwa itu, aku, sahabatku,
dan teman – teman yang ketahuan ikut tertawa saat sholat dipanggil oleh
ustadzah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kami. Kami diharuskan untuk menyapu
ruangan mengaji sebelum pulang.
Advertisement
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon