-->

Pengalaman Kocak - Akibat Mengantongi Es Buah di Saat Sholat

- Tuesday, August 25, 2015
advertise here
advertise here
Heheh... ini ceritanya ada sayembara ngirim pengalaman kocak yg temanya Senyum Simpul dari Majalah Umm*

Ok, selamat membaca semoga terhibur... :D

Akibat Mengantongi Es Buah di Saat Sholat

Semasa kecilku dulu, sore hari adalah waktu spesial untuk mengaji di Pondok pesantren desaku. Biasanya aku berangkat dengan sahabatku sambil bersepeda karena jarak tempat mengaji yang lumayan jauh. Karena jauh tak tanggung - tanggung kami berangkat lebih gesit daripada teman - teman yang lain. Jadwal mengaji memang dimulai pada jam 4 sore. Tapi aku dan sahabatku selalu berangkat 1 jam lebih awal. Alasannya agar kami bisa menempati bangku yang letaknya paling depan.
Sore sekitar jam 3 aku dan sahabatku tiba. Saat itu hawa panas benar – benar menguras peluh keringat kami. Karena jarak yang jauh dan fisik sahabatku yang tambun, dia mengajakku untuk membeli minuman segar yang dijual oleh abang - abang es buah. Awalnya dia hanya membeli satu bungkus saja. Tapi karena saat itu cuaca sedang panas, es buah yang dibungkus dengan plastik mini itu seperti belum sepenuhnya membanjiri kerongkongan bak jalan aspal yang berlubang nan gersang karena lama tak dihujani. Walhasil sahabatku memesan satu bungkus lagi untuk bekal setelah sholat ashar.
Ketika adzan Ashar berkumandang kami dan para santri yang lain bergerombol memasuki ruang mengaji untuk sholat berjamaah. Seperti biasa hampir setiap anak – anak kecil ketika sholat berjamaah selalu memiliki naluri untuk menjahili teman di sebelah, di depan, maupun di belakangnya. Karena sahabatku takut menjadi korban kejahilan teman, dia rela mengantongi es buah yang berisi bongkahan es batu dan beraneka macam buah – buahan itu ke dalam bajunya. Padahal hari itu ustadzah sedang ditugasi untuk mengawasi sholat para santri. Bagi yang ketahuan bermain – bermain akan dikenai hukuman.
Awalnya ketika takbiratul ikhram sahabatku terlihat seperti tidak kuat menahan dinginnya es yang langsung bersentuhan dengan perutnya. Apalagi durasi rakaat pertama adalah yang paling lama. Tetapi dia tetap melanjutkan aktivitas sholatnya sambil komat – kamit membaca bacaan sholat. Walhasil ketika rukuk, masing – masing tangan harus berada pada kedua lutut. Mungkin karena sahabatku lupa bahwa dia harus memegangi es-nya agar tak jatuh, kedua tangannya malah mengikuti gerakan imam yang menuju ke arah lutut sambil berjongkok. Akhirnya, es buah yang begitu disayangi dan yang belum sempat dinikmatinya itu langsung terjatuh dan pecah di atas lantai yang tak berkeramik. Airnya membanjiri letak sholatnya. Tentu saja aku dan teman – teman yang ada di sebelahnya tertawa cekikian melihat kejadian itu.
Suasana yang tadinya hening menjadi sedikit terusik. Sambil cekikikan dan memegangi perut yang sakit, tak sengaja kami melihat ustadzah sedang mengintai kami dari kejauhan. Spontan dengan wajah merah padam kami langsung terdiam menunduk dan mengikuti gerakan imam kembali. Sialnya air dari es buah yang meluber itu juga membanjiri letak di mana aku sujud. Karena tidak ada ruang longgar untuk bergeser, terpaksa kutempelkan mukaku ke lantai yang basah itu. Dan setelah sholat selesai, nyaris semua santri yang berada di shaf depan langsung tertuju ke arah kami. Mereka tertawa terpingkal - pingkal melihat apa yang baru saja terjadi.
Akibat peristiwa itu, aku, sahabatku, dan teman – teman yang ketahuan ikut tertawa saat sholat dipanggil oleh ustadzah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kami. Kami diharuskan untuk menyapu ruangan mengaji sebelum pulang.
Advertisement advertise here

Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search