Seorang guru mengajarkan kepada
murid-muridnya agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan
apapun ketika mengajar, sang guru selalu menceramahi anak didiknya itu dengan
perintah yang sama, “Jagalah Kebersihan”.
Ketika libur tiba, pihak sekolah
mengadakan liburan bersama ke luar kota yang mengharuskan mereka menyebrangi
lautan dengan kapal besar yang memuat kendaraan baik beroda dua, empat maupun enam.
Sudah pasti perjalanan memakan waktu cukup lama. Para guru dan murid-murid yang masih duduk di bangku sekolah dasar itupun
mulai merasa lapar dan haus. Karena tidak semua murid membawa bekal, walhasil
mereka membeli makanan dan minuman produk kemasan yang dijual oleh penjaja
keliling. Sehingga menyisakan sampah-sampah plastik yang berserakan di sekitar
deck kapal.
Lalu sang guru yang selalu memerintah murid-muridnya
agar selalu menjaga kebersihan itu menghamipir salah satu muridnya.
“Ican, ini botol minuman siapa?”
“Ican nggak tau, Guru. Itu bukan punya
Ican.”
Karena risih melihat botol bekas
minuman yang teronggok tanpa ada si empunya, sang guru membuangnya ke laut, dan
botol itu terhempas angin dengan kerasnya dan perlahan-lahan terapung di atas
permukaan laut yang tak tenang.
“Loh, Guru? Kenapa botolnya dibuang ke
laut? Plastik kan nggak bisa terurai, Guru. Bu Cecil bilang, butuh waktu lama
supaya plastik bisa hancur,” Murid itu mengernyitkan alisnya dan menggaruk kepalanya
yang tak gatal. Merasa aneh dengan sikap gurunya.
*So, anda
semua bisa mengambil kesimpulan dari cerita di atas.
Advertisement
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon