-->

Tahu Tapi Tak Paham - Edukasi

- Thursday, September 03, 2015
advertise here
advertise here
           Seorang guru mengajarkan kepada murid-muridnya agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan apapun ketika mengajar, sang guru selalu menceramahi anak didiknya itu dengan perintah yang sama, “Jagalah Kebersihan”.
          Ketika libur tiba, pihak sekolah mengadakan liburan bersama ke luar kota yang mengharuskan mereka menyebrangi lautan dengan kapal besar yang memuat kendaraan baik beroda dua, empat maupun enam. Sudah pasti perjalanan memakan waktu cukup lama. Para guru dan murid-murid  yang masih duduk di bangku sekolah dasar itupun mulai merasa lapar dan haus. Karena tidak semua murid membawa bekal, walhasil mereka membeli makanan dan minuman produk kemasan yang dijual oleh penjaja keliling. Sehingga menyisakan sampah-sampah plastik yang berserakan di sekitar deck kapal.
          Lalu sang guru yang selalu memerintah murid-muridnya agar selalu menjaga kebersihan itu menghamipir salah satu muridnya.
          “Ican, ini botol minuman siapa?”
          “Ican nggak tau, Guru. Itu bukan punya Ican.”
          Karena risih melihat botol bekas minuman yang teronggok tanpa ada si empunya, sang guru membuangnya ke laut, dan botol itu terhempas angin dengan kerasnya dan perlahan-lahan terapung di atas permukaan laut yang tak tenang.
          “Loh, Guru? Kenapa botolnya dibuang ke laut? Plastik kan nggak bisa terurai, Guru. Bu Cecil bilang, butuh waktu lama supaya plastik bisa hancur,” Murid itu mengernyitkan alisnya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Merasa aneh dengan sikap gurunya.



*So, anda semua bisa mengambil kesimpulan dari cerita di atas.
Advertisement advertise here

Silahkan jika ada yang ingin berkomentar. Hehe
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search